InysaAlloh, satu minggu lagi putriku berumur 10 bulan. Putriku yang sholihah, cantik dan manis. Ia adalah penyejuk hatiku dan suamiku. Qaulan Sadida namanya. Perkataan yang jujur, kalau diterjemahkan. Kami ambil dari Q.S. An-Nisa ayat 9.
Putriku sekarang sedang belajar merangkak. Masih belum sampai 10 langkah. Kalau ia tertawa, masih hanya kelihatan gusinya yang merah menggemaskan. Sejak dua bulan terakhir, ia sedang senang cerewet "bah bah bah, da da da, bwuh bwuh bwuh, ngeng ngeeeeng" hehehe. Dan minggu kemarin dia baru saja bisa bertepuk tangan, terutama kalau dinyanyikan pok ame-ame.
Banyak orang yang bertemu, lalu bertanya, "Putrimu sudah bisa apa?". Aku jawab duduk, dan beberapa hari terakhir aku jawab merangkak. "Wah hebat, memang sudah berapa bulan?". Aku jawab 9. Tadinya mungkin mau diteruskan, "Wah, cepat ya...". Tapi sepertinya kalimat itu tercekat di tenggorokannya, hehehe.
Tapi berani jamin, aku tidak pernah merasa sedikitpun kepikiran berat dengan perkembangan motorik putriku. Ya Alloh, bahkan dalam ilmu tumbuh kembang anak itu sangat normal. Semua anak mempunyai periode perkembangan yang berbeda-beda. Putriku sangat lincah dan riang. Ia tidak pernah menangis kecuali digendong oleh orang yang belum dia kenal. Cerewet tapi anteng. Nglesa kalau kata tetangga di kampung kami. Bukan berarti aku mengabaikan perkembangannya. Tapi aku tidak ingin memaksa anakku untuk bisa ini dan itu dalam usia dini. Anak kita bukan sedang berlomba. Ia sedang menikmati awal-awal kehidupannya. Bayangkan kalau dia baru menikmati dunia ini lalu kita paksa dia mencapai ini dan itu. Sedih.
Bukan berarti juga kita tidak perhatian dengan buah hati kita. Hanya saja jangan meletakkan kekhawatiran pada tempat yang salah. Karena akibatnya bisa fatal, apalagi menyangkut masa depan psikologis anak kita.
Salam hangat buat para sesama emak-emak rempong :D :)
Bukan berarti juga kita tidak perhatian dengan buah hati kita. Hanya saja jangan meletakkan kekhawatiran pada tempat yang salah. Karena akibatnya bisa fatal, apalagi menyangkut masa depan psikologis anak kita.
Salam hangat buat para sesama emak-emak rempong :D :)