![]() |
| (Sumber foto: harianterbit.com) |
BPJS sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Singkatnya, BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari Jamsostek, yang menangani asuransi kecelakaan kerja, kematian, dan dana pensiun untuk para tenaga kerja. Sedangkan BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari asuransi kesehatan (Askes) yang menangani asuransi untuk pemeriksaan kesehatan/pengobatan untuk umum. Yang akan dibahas dalam tulisan InfoDidaku kali ini adalah BPJS Kesehatan.
Saat sudah merasa perlu mendaftar, hambatan terjadi ketika seseorang tidak tahu bagaimana cara mengurusnya. Belum lagi pendaftaran secara online sering mengalami trouble. Jadilah calon peserta mau tidak mau harus mengurus secara manual. BPJS Kesehatan sendiri telah melakukan sosialisasi mengenai tata cara pendaftaran dan persyaratannya baik melalui media cetak maupun elektronik. Namun, tetap saja masih banyak masyarakat yang belum paham atau bahkan belum tahu. Dan ternyata, untuk mengurusnya dengan lancar, seseorang perlu melakukan persiapan lebih dari sekedar persyaratan yang disosialisasikan. Terutama supaya calon peserta merasa nyaman dalam mengikuti prosesnya. Persiapan apakah itu? Yuk terus simak tulisan InfoDidaku ini.
Jadi, untuk mengurus BPJS Kesehatan dengan lancar, perlu trik-trik khusus dalam setiap tahapannya. Berikut InfoDidaku sarikan beberapa tips yang dibagi dalam dua tahapan (berdasarkan peraturan BPJS Kesehatan yang berlaku per Desember 2014):
Pra pendaftaran
Sebelum berangkat ke kantor BPJS di wilayah calon peserta, persiapkan dulu semua berkas administrasi selengkap-lengkapnya. Adapun persyaratan administrasi tersebut adalah: fotokopi KK, fotokopi KTP suami dan istri, fotokopi KTP/akta kelahiran seluruh anak (jika anak belum punya KTP), fotokopi buku rekening tabungan (BRI/BNI/Mandiri; yang konvensional/bukan syariah), fotokopi surat nikah, dan pasfoto masing-masing anggota keluarga 3x4 berwarna (masing-masing 1 buah). Nah, ini yang perlu ditambahkan: bawa juga berkas aslinya, karena saat pengajuan autodebit ke bank, pihak bank bisa meminta untuk menunjukkan KTP dan KK asli, mekipun ada juga yang tidak meminta. Setelah semua berkas benar dan lengkap, barulah calon peserta bisa berangkat dengan tenang ke kantor BPJS Kesehatan.
Saat pendaftaran
Adapun alur pendaftarannya sebagai berikut: verifikasi berkas --> pembayaran iuran pertama --> pengajuan autodebit ke bank --> pengambilan kartu. Singkat ya, sebenarnya? Tapi karena animo masyarakat semakin ke sini semakin banyak yang menyadari pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan, akhirnya setiap hari ada ratusan calon peserta yang datang mendaftar. Akibatnya, antrian mengular pun tak terhindar. Nah, tips agar tidak lelah mengantre atau memang dalam kondisi sibuk, datanglah ke kantor BPJS sepagi mungkin. Langsung ambil nomor antrean untuk verifikasi berkas. Jika giliran masih lama, sempatkan untuk mengambil nomor antrean untuk pembayaran iuran pertama. Jadi kita sudah pegang dua nomor antrean sekaligus.
Setelah verifikasi berkas selesai dan distempel oleh petugas, saatnya menuju pembayaran iuran pertama. Tunggu sampai nomor giliran kita dipanggil--kalau sudah kelewat, ambil nomor antrean lagi. Setelah itu kita akan diminta petugas untuk membayar iuran pertama ke kasir bank yang tersedia di kantor BPJS sesuai dengan rekening yang kita miliki. Kata petugas sih, iuran pertama bisa dibayar di mana saja, antara BRI, BNI, atau Mandiri. Tapi perlu diingat teman, kode bank Mandiri (8988) berbeda dengan BRI dan BNI (8888), jadi kalaupun mau bayar iuran pertama di bank lain, bayarlah iuran pertama sesuai kode bank yang sama. Misal kita punya rekening BRI, maka bayarlah di BRI atau BNI, jangan di Mandiri, ini untuk memudahkan proses pengajuan autodebit di bank tempat calon peserta memiliki rekening.
Setelah selesai membayar, calon peserta menuju bank tempat ia memiliki rekening untuk mengajukan autodebit. Jangan lupa bawa bukti pembayaran iuran pertama dan siapkan berkas-berkas asli yang tadi InfoDidaku sebutkan di awal. Selesai pengajuan, kita kembali lagi ke kantor BPJS. Langsung saja menuju loker satu dan menyerahkan bukti pemrosesan autodebit kepada petugas. Tunggu sampai kita dipanggil, dan kartu BPJS pun akan diterima.
Perlu diketahui, autodebit adalah sistem yang memungkinkan iuran peserta BPJS dipotong langsung setiap bulannya dari tabungan yang didaftarkan. Namun apabila saldo tabungan tidak mencukupi, maka peserta harus membayar ke bank/ATM secara manual jika tidak ingin kartu BPJS dinonaktifkan.
Durasi
Jika beruntung, sebenarnya proses pendaftaran BPJS Kesehatan tidak memakan waktu lama. Namun karena panjangnya antrean, yang jika dirinci menjadi 4 kali antre (antre verifikasi berkas, antre pembayaran iuran pertama, antre pengajuan autodebit, dan antre pengambilan kartu), maka durasinya menjadi panjang. Sebagai contoh, salah seorang rekan InfoDidaku melakukan proses pendaftaran di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Banyumas mulai pukul 08.00 dan baru selesai pukul 14.30. Saat itu ia mendapatkan nomor antrean 63 di bagian verifikasi berkas dan 50 di bagian pembayaran iuran pertama. Jadi, sangat penting untuk datang sepagi mungkin jika ingin menyelesaikannya dalam sehari. Alternatif lainnya, calon peserta bisa menyelesaikan pendaftaran dalam waktu dua hari atau lebih dengan memberi jeda untuk keesokan harinya dari 4 tahap itu.
Salam sehat, dan semoga berhasil.
Durasi
Jika beruntung, sebenarnya proses pendaftaran BPJS Kesehatan tidak memakan waktu lama. Namun karena panjangnya antrean, yang jika dirinci menjadi 4 kali antre (antre verifikasi berkas, antre pembayaran iuran pertama, antre pengajuan autodebit, dan antre pengambilan kartu), maka durasinya menjadi panjang. Sebagai contoh, salah seorang rekan InfoDidaku melakukan proses pendaftaran di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Banyumas mulai pukul 08.00 dan baru selesai pukul 14.30. Saat itu ia mendapatkan nomor antrean 63 di bagian verifikasi berkas dan 50 di bagian pembayaran iuran pertama. Jadi, sangat penting untuk datang sepagi mungkin jika ingin menyelesaikannya dalam sehari. Alternatif lainnya, calon peserta bisa menyelesaikan pendaftaran dalam waktu dua hari atau lebih dengan memberi jeda untuk keesokan harinya dari 4 tahap itu.
Salam sehat, dan semoga berhasil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar